Showing posts with label khas daerah. Show all posts
Showing posts with label khas daerah. Show all posts
Monday, January 6, 2014
Bakaran 2014
Malam tahun baru kemarin, paitua (suami alias PaE) ngajak bapak-bapak warga RT bakar-bakar ikan. Kebetulan cuaca cerah, tak ada gerimis sama sekali seperti hari sebelum dan sesudahnya.
Ikannya dikirim dari warga juga. Perlengkapan lainnya aku yang mesti siapkan, secara seperti biasa para bapak tahunya hanya bakar-bakar saja...
Ternyata ikannya masih utuh alias belum dibersihkan. Jadi ya aku yang 'ketiban sampur' (dapat tugas dadakan) membersihkannya. Masih beku, jadi nunggu defrost juga. Sambil dingin-dingin pegang pisau, ikan kedua terakhir mencederai jari tengah kiri. Luka sedikit, tapi nggak parah kok, mungkin karena jari-jari nyaris beku juga ya, jadi darah cepat berhenti....
Yang ini ikannya masih sebagian, belum 'all out', masih nunggu peserta datang, (makannya berani ambil gambar...wk wk..wk...ini juga gambar satu-satunya).
Yang kiri ikan bakar bungkus allfoil (maksudnya biar nggak item-item gitu, ternyata bakarnya kegosongan.., kelamaan...), yang kanan bakar oven. Sambalnya dua macam, sambal terasi dan sambal kecap, tahu Karangsari (tahu gurih khas Banyumas, di Semarang sini ada juga yang produksi...) goreng, krupuk karak (?), dan lalapan ikut menemani.
Saturday, December 14, 2013
Jipang Kacang
Lagi pengin kudapan manis si jipang kacang. Sudah lama nggak makan beginian, secara biasanya dapat dari pulang kampung mBanyumas sana...
Punya kacang tanah cuma 150 gram, ya sudah biarin.
Googling resep kok ya nggak nemu ... Nekad aja pake jurus kira-kira...
Caraku bikin jipang ini :
Kacang tanah bersih digoreng sangan (tanpa minyak). Diaduk terus biar matang tapi tidak gosong. Tuang di tampah, gosok-gosok dengan punggung centong agar kulit arinya terkelupas.
Bersihkan dari kulit ari, taruh di loyang.
Ambil gula merah 100 g, diserut. Dimasak bersama air 3 sendok makan hingga kental.
Tuang gula ke atas kacang, lipat kacang menutup gula. Tekan-tekan supaya kacang melekat dengan gula dan membentuk lempeng persegi. Harus cepat agar gula tidak keburu mengeras
Setelah dingin potong-potong.
Wow..., rasanya lebih enak daripada yang dari kampung ! Renyah, gurih, legit,bersih.... yang nyicip pada doyan... (teman-teman siNok...)
Tuesday, November 26, 2013
Mille Crepe
Mille crepe adalah kue ala Prancis, kue disusun dari berlapis-lapis crepe tipis dengan krim.
Berapa lapis ? Mille = seribu.
Yang ini hasil uji dapur-ku, kiri crepe dengan krim sroberi, dan yang kanan crepe coklat dengan krim vanilla and chocolate.
Lalu setelah dipotong menjadi seperti ini :
Pada crepe coklat lapisan krim coklat yang diatas krim vanilla jadi sedikit/tipis karena keburu dilepas dan dilahap sebelum difoto. Ini akibat crepenya melorot menunggu sesi foto, (yang kamera-nya card full dan harus menyalakan kompie dulu untuk menghapus), melambai-lambai untuk dicomot, di-hap..
Yang ini foto setelah dibekukan lagi.
Senangnya semua pada suka... nak..enak...
Pelajaran hari ini, jangan terlalu tipis mengoles krim (yang stroberi), kurang berasa. Masukkan kulkas sampai set, baru dipotong.
Hapus gambar-gambar di kamera ... segera masuk kompie.
Berapa lapis ? Mille = seribu.
Yang ini hasil uji dapur-ku, kiri crepe dengan krim sroberi, dan yang kanan crepe coklat dengan krim vanilla and chocolate.
Lalu setelah dipotong menjadi seperti ini :
Pada crepe coklat lapisan krim coklat yang diatas krim vanilla jadi sedikit/tipis karena keburu dilepas dan dilahap sebelum difoto. Ini akibat crepenya melorot menunggu sesi foto, (yang kamera-nya card full dan harus menyalakan kompie dulu untuk menghapus), melambai-lambai untuk dicomot, di-hap..
Yang ini foto setelah dibekukan lagi.
Senangnya semua pada suka... nak..enak...
Pelajaran hari ini, jangan terlalu tipis mengoles krim (yang stroberi), kurang berasa. Masukkan kulkas sampai set, baru dipotong.
Hapus gambar-gambar di kamera ... segera masuk kompie.
Wednesday, June 5, 2013
Klapertart Pras
Klapertart pesanan Mas Pras untuk yang kesekian kalinya. Senang punya pelanggan satu ini, ...nggak rewel.
Masih bisa difoto di depan rumah pagi ini.
Secara hari-hari kemarin hujan terus, hujan di bulan Juni, menyejukkan....
Tuesday, April 2, 2013
PUTU
Yang ini jajanan daerah mana ya, secara di banyak penjuru negeri ada.
Biasanya putu di Jawa dicetak pake bumbung (bambu sepotong), tapi di Makasar pernah nemuin yang pake pralon. Sedang versiku karena nggak ada bumbung dan ogah ganti pralon jadi pakai daun pisang digulung yang diberdirikan dalam cetakan bolu kukus kecil biar nggak ngguling... juga nggak bunyi "nguuuuung...." kayak yang dijual ngider itu. Jadi bisa buat kejutan saat disuguhkan.
Resep PUTU
Bahan :
200 g tepung beras
140 cc air
2 tetes pasta pandan
100 g gula merah, diiris halus
65 g kelapa parut
garam
2 lembar daun pandan
daun pisang secukupnya
Cara membuat :
1. Siapkan daun pisang, bentuk gulungan, semat dengan lidi agar tidak lepas. Letakkan ke dalam cetakan bolu kukus kecil, alasi bawahnya dengan potongan pandan.
2. Kukus kelapa parut yang dicampur sejumput garam 10 menit.
3. Campur air, sejumput garam dan pasta pandan. Tuang ke tepung beras, aduk-aduk hingga menjadi gumpalan, remas-remas adonan menjadi butiran-butiran halus.
4. Masukkan butiran tepung ke daun, setengah dulu, isikan gula merahnya, tutup dengan butiran tepungnya lagi hingga penuh. (Jangan dipadatkan, nanti putunya keras). Lakukan hal yang sama pada gulungan daun lain, sampai adonan habis.
5. Panaskan kukusan, masukkan cetakannya, kukus 15 menit.
6. Keluarkan dari cetakan, lepas daunnya, sajikan dengan kelapa parut, panas lebih nikmat.
Saturday, March 16, 2013
Meniran
Meniran adalah jajanan gurih, terbuat dari menir (pecahan beras) dimasak bersama santan dan dibungkus daun pisang ( ditum ).
Bicara tentang menir mengingatkan saya ke masa kecil, di Purbalingga.
Ketika main ke rumah seorang teman, saya selalu melihat nenek buyutnya (Mak Bobo) sedang menampi beras, memilah antara beras butir utuh dan butir pecah (menir), memasukkan ke wadah karung berbeda. Gerakannya sangat cekatan, meski tangannya sudah sangat renta. Ini dilakukan sepanjang hari, bertahun-tahun hingga akhir hayatnya...
Dulu meniran biasa dibeli nenek saya dari bakul tenongan (penjaja kue keliling dengan wadah anyaman bambu bundar yang disunggi di kepala...).
Puluhan tahun berlalu, baru kali ini saya mencicipinya lagi, setelah membuatnya sendiri dari googling resep. Dinikmati bareng abon rasanya sedap sekali.
Berikut ini resep meniran yang saya dapat dari Sajian Sedap :
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
200 gram beras, direndam 2 jam
350 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
250 ml santan encer dari 1/4 butir kelapa
1 1/4 sendok teh garam
250 ml santan encer dari 1/4 butir kelapa
1 1/4 sendok teh garam
1 lembar daun pandan, dipotong-potong
daun pisang
Cara Pengolahan :
Tumbuk kasar beras yang sudah direndam.
Rebus santan kental dan 1/4 sendok teh garam sampai mendidih dan agak kental. Ukur lagi santan 300 ml. Sisihkan.
Campur santan encer, beras, dan garam. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai kental.
Ambil selembar daun pisang. Letakan sepotong daun pandan. Masukkkan 1 sendok makan adonan beras dan 2 sendok makan santan kental.
Bungkus tum. Kukus 30 menit sampai matang.
Untuk 10 buah
Monday, December 31, 2012
Klapertart
Produk dapur Semarang- ku yang banyak dicari penyuka kue asal Manado : Klapertart.
Kue tart kelapa muda yang membelai lidah dengan aroma wangi kayu manis...
Original recipe : cinnamon klapertart by grace-kitchen. Monggo diorder Jeng...
Panada
Kue panada konon asalnya dari Manado, tapi di Makassar juga mudah didapat kok, sedangkan di Semarang sepertinya belum dikenal.
Bentuknya seperti pastel, tapi kulitnya macam donat atau roti goreng gitu...
Isinya kalo di sononya biasa pakai ikan cakalang, tapi berhubung di Semarang sini nggak ada, maka kuganti ikan tongkol saja.
Berikut ini resep Panada yang aku dapat dari Bogasari :
Adonan kulit:
1 kg tepung terigu cakra kembar
10 gr instant yeast
5 gr bakery bonus
5 gr baking powder (bisa gak pake)
150 gr gula pasir
2 gr garam
5 butir kuning telur
100 gr margarin
500 cc susu UHT (kalo gak ada susu cukup air dingin)
Bahan isian:
300 gr wortel
300 gr pepaya muda
150 gr bihun jagung
150 gr daging ikan tuna (bisa di ganti dengan ikan lain)
20 buah cabe rawit (sesuai selera)
10 buah cabe kriting
5 siung bawang putih
5 siung bawang merah
5 buah kemiri
2 sdm garam halus penyedap rasa
Cara membuat adonan kulit:
- Larutkan gula pasir bersama susu/air. Masukkan terigu, yeast, bakery bonus, kuning telur, aduk hingga setengah kalis, masukkan margarin dan garam aduk hingga kalis.
- Bagilah adonan menjadi kurang lebih 40 bagian diamkan selama 10 menit.
- Pipihkan adonan dengan tangan kemudian masukkan isian sesuai selera dan tutup pinggiran adonan setengah lingkaran dan diamkan hingga mengembang.
- Setelah mengembang bentuk pinggiran adonan yang sudah ada isiannya seperti bentuk tali labrang goreng dengan api sedang hingga matang.
Cara membuat isian:
- wortel dan pepaya di parut kasar, ikan tuna dibakar hingga matang kemudian di cabik-cabik, bihun direbus dengan air hingga mendidih dan dipotong pendek.
- cabe rawit, cabe keriting, bawang dan kemiri dihaluskan kemudian ditumis hingga setengah masak. masukkan pepaya & wortel yang sudah diparut kasar, tambahkan garam dan penyedap rasa tumis hingga setengah matang. masukkan ikan tuna yang sudah dicabik dan tumis hingga matang. setelah matang, campurkan bihun jagung tersebut.
Hasilnya cukup bagus, panadanya empuk banget... monggo yang mau nyoba...
Friday, December 3, 2010
Bubur Merah Putih
Bubur merah putih terbuat dari beras dan gula kelapa. Gula kelapa/gula jawa/gula merah memberikan warna merah, santan kelapa menghasilkan warna putih. Meski penampakannya coklat .. khas gula kelapa,.... tetap saja disebut bubur merah putih
Bubur merah putih sering disebut juga bubur / jenang sengkolo. Secara tradisional melambangkan asal kehidupan sebelum manusia lahir dari 'sana' roh kita adalah suci (putih), kemudian ada di dunia (merah) tempat manusia lahir.
Bubur ini dipercaya harus hadir saat selamatan (adat Jawa), agar ke depannya semua lancar, .. jadi semacam ' tolak bala'.
Begitu pula kiranya diharapkan pada anak-anak asuhan Ibu Jaswati.
Hari ini kelas dimulai dengan doa bersama lengkap dengan sajian bubur merah putih, agar peristiwa-peristiwa yang lalu untuk pelajaran berharga, dan ke depan siswa-siswa dengan semangat baru lahir kembali menuju hari depan yang lebih baik, selamat dari gangguan apapun...
Resep buburmerah putih :
400 g beras
2300 ml santan (1 kelapa)
2 st garam
150 g gula merah, disisir.
4 sm gula pasir
2 lembar daun pandan
Cara membuat :
Campur semua bahan kecuali gula, rebus sambil diaduk-aduk hingga mengental.
Ambil separuhnya ( ini bubur putihnya) sisihkan, sisanya ditambahkan gula, aduk rata (ini bubur merahnya). Angkat.
Sajikan bersebelahan, atau seperti variasi di foto... : letakkan cookie cutter di tengah wadah, isi penuh dengan bubur putih, timpa sampingnya dengan bubur merah, angkat cookie cutternya, jadi deh !
Saturday, November 13, 2010
Lemet Anti Lemot
Kalo pikiran mulai lemot, ada baiknya refreshing dulu... Mengudap lemet akan menambah tenaga... Rasanya yang manis dan lengket-lengket akan memanjakan lidah... Kue berbahan dasar singkong ini sebagian orang meyebutnya utri, ( ke- ) timus, lemet. Bagaimana di tempat anda ?
Lemet terbuat dari singkong parut dicampur kelapa parut serta gula merah dan sedikit garam . Adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus.
Friday, August 20, 2010
Es Dawet Gempol
Hari-hari di Semarang sangat panas, kadang malam hujan, meski sejak pagi cuaca sudah sangat terik... Di Jambi dan Luwu banjir. China dan Pakistan banjirnya lebih dahsyat, Rusia dihantam gelombang panas, pulau es besar di kutub utara.merekah Konon anomali cuaca yang mengakibatkan perubahan iklim, dampak dari global warming.
Puasa mamasuki hari ke-10, begitu juga Pae yang habis mengalami laka lantas 10 hari ini...
Berbuka dengan menikmati takjil manis es dawet gempol ini sangat menyegarkan...
Gempol adalah semacam bola-bola terbuat dari tepumg beras, rasanya kenyal, tapi bila dikunyah bisa ambyar gitu., biasanya warnanya putih., dijual berpasangan dengan pleret-nya yang berwarna merah dan hijau itu. Di pasar bisa ditemukan pada bulan puasa. Pada hari biasa hanya bisa didapat di depot es tertentu.
Sedangkan dawet dan tape singkong hari-hari puasa gini sangat mudah ditemukan, tukang sayur keliling pun menyediakan.
Semua bahan dimasukkan dalam kuah santan manis gula pasir, tambahkan es batu, siap disajikan.
Puasa mamasuki hari ke-10, begitu juga Pae yang habis mengalami laka lantas 10 hari ini...
Berbuka dengan menikmati takjil manis es dawet gempol ini sangat menyegarkan...
Gempol adalah semacam bola-bola terbuat dari tepumg beras, rasanya kenyal, tapi bila dikunyah bisa ambyar gitu., biasanya warnanya putih., dijual berpasangan dengan pleret-nya yang berwarna merah dan hijau itu. Di pasar bisa ditemukan pada bulan puasa. Pada hari biasa hanya bisa didapat di depot es tertentu.
Sedangkan dawet dan tape singkong hari-hari puasa gini sangat mudah ditemukan, tukang sayur keliling pun menyediakan.
Semua bahan dimasukkan dalam kuah santan manis gula pasir, tambahkan es batu, siap disajikan.
Saturday, July 10, 2010
Gohu

Kita ada popaya tore Oni ! Ti mba mo beking gohu.
Kalo inga kita pe sodara : ti Kiki, ti Nita, ti Siva, ti Oni, ta Atin ... ini aer mata so mo turun. So 13 taon nyanda jumpa ngoni, ... tampa kita biasa numpang makan,.. ngana ada masak bamacam-macam ikang, kita pe puru selalu penuh...
Ngana inga pa kita ? Ti mba te mas Adi pe maitua ... Kalo ngana ada baca ini, kase kabar pa kita jo .. Hulondalo lipuu...
Gohu adalah semacam asinan atau rujak yang sangat populer di Minahasa (Sulawesi Utara) dan sekitarnya.
Dibuat dari pepaya mengkal, diiris halus, direndam dalam air dingin berbumbu gula pasir, garam, cuka, terasi , rica (cabai) dan jahe.
Rasanya manis, asam , pedas ... dingin segar. Enak loh !
Kalo aku , cuka diganti jeruk nipis, jahe nggak pake, bentuk irisan bisa juga kayak batang korek api...Bakal ketagihan deh.. apalagi kalo cuaca panas kayak Semarang ini.. boleh dicoba..
Thursday, May 27, 2010
Takoyaki

Lagi seneng pakai cetakan bola-bola nich..
Eksperimen bikin takoyaki, si bola jajanan Jepang. Nggak pakai tako si cumi, jadi namanya yang bener apa ya..? Wis ben, biar keren aja kalee.., sing penting pada doyan.
Yang aku pakai buat isian : sosis, keju, cabe teropong merah ( di Gorontalo disebut rica kapas ), jamur kuping, semuanya dipotong-potong kecil. Lalu toppingnya mayones, saos cabe dan sedikit seledri cincang.. Tak ada katsuo-bushi atau pun nori... Takoyaki ala GK ...
Hasilnya amat menggiurkan... Rasanya pun tak mengecewakan... Lain kali bikinnya dibanyakin deh.. biar bisa berbagi...
Berikut ini resep takoyaki dari mamataro:
Bahan kulit:
• 3 kuning telur
• 2 putih telur
• 800 ml kaldu ikan
• 375 gr tepung terigu
• 1 sdt baking powder
• 3 sdt garam
• Minyak salad
Isi:
• 125 gr cumi kupas, rebus, potong kotak 1 cm
• 50 gr kol, iris tipis
• 50 gr daun bawang, iris halus
• 30 gr jahe, cincang halus
Pelengkap:
• 200 gr saus takoyaki
• 200 gr mayones
• 5 gr katsuo
Cara Membuat:
1. Kocok lepas telur, tambahkan kaldu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata
2. Campurkan terigu dan baking powder, aduk rata. Tuangkan campuran telur ke dalam campuran terigu, aduk rata, tambahkan garam, aduk kembali
3. Panaskan cetakan poffertjes, olesi minyak salad, tuang adonan kulit ke dalam cetakan sampai penuh.
4. Tambahkan cumi, kol, daun bawang dan jahe. Biarkan sampai bagian bawah dan pinggir takoyaki berkulit
5. Bolak balik sampai menbentuk bola dan matang.
6. Sajikan takoyaki dengan pelengkap
Tips:
Bolak balik takoyaki pada saat bagian bawah dan pinggi berkulit, tapi bagian tengah masih cair, jadi saat dibalik bagian yang cair itu akan membentuk setengah lingkaran lagi
Es Pisang Ijo

Pertama makan es pisang ijo, ya pas di Ujung Pandang dulu, sekarang balik jadi Makassar ya..
Isinya sebuah pisang berbalut adonan ijo, dipadukan dengan semacam bubur sum-sum putih, diberi es serut, sirup merah, susu kental manis dan ditaburi kacang tanah giling.
Di Semarang yang panas ini, minum es beginian amat menyegarkan.., mm slurp..,slurp...nikmat and mengenyangkan juga. Jadi kalo minum es pisang ijo, cukup ditemani camilan aja... kalo berbarengan dengan makanan utama, wah bisa menurun tingkat kenikmatan makan kita...
Monday, May 24, 2010
Poffertjes
Tuesday, May 4, 2010
Klapertart

Sudah lama pengin nyoba bikin klapertart, si tart kelapa penganan khas Manado, berbahan utama kelapa muda. Cerita-cerita di blogger banyak komentarnya yang bikin aku penasaran.
Resep aku pilih punya Riana NCC, yang tanpa roti .
Yang mau nyoba juga silakan.
Resep klapertart ala Grace Kitchen :
- 400 cc susu cair
- 120 g gula pasir .. Bahan A
- 100 cc susu cair
- 50 g maizena
- 25 g terigu ......... Bahan B
- 75 g margarine
- 2 kelapa muda kerukan
- 3 kuning telur ......Bahan C
- 3 putih telur, kocok kaku
- kismis
- kayumanis bubuk .. Bahan Topping
Bahan B diaduk rata, campurkan ke bahan A yang sudah mendidih. Setelah meletup-letup api dimatikan, masukkan bahan C , adonan diaduk rata.
Tuang ke wadah, oven tim ( tehnik au bain marie ) 15 menit T 160*C .
Keluarkan dari oven, berikan topping putih telur kocok penuh-penuh menjulang, taburi kismis dan bubuk kayumanis .
Oven tim kembali hingga kecoklatan .
Hasilnya nggak mengecewakan, .. serumah doyan semua.. Manis, lembut, wanginya kayu manis, krenyes-krenyesnya kelapa muda... hmm.. lekker bener...
Monday, March 22, 2010
Lumpia Semarang
Monday, February 22, 2010
Es Barteh
Barteh !! Nama yang tidak populer untuk buah.. Sayapun baru kenal buah satu ini setelah bersuami. Pas di Pekalongan dapat suguhan es barteh. Rasanya tawar empuk.., ada masirnya.. teksturnya empuk kayak apel ranum, aromanya wangi spesifik barteh. Biasa dibuat es barteh atau campuran es buah,.. dicampur syrup merah , susu dan es batu,... suweger..!! Sluurp..!!Buah barteh bentuknya persis ketimun , ukurannya lebih besar, kulitnya ada yang hijau bercorak , ada pula yang kuning merata. Tanaman barteh tumbuh merambat , seperti labu-labuan, mempererat diri dengan sulur... Buah yang sudah tua merekah dengan sendirinya, menebarkan aroma wangi khas.
Apa istimewanya ?... Barteh tumbuh di halaman rumah kami... di Semarang... di musim hujan ini.. Sekarang lagi berbuah.., ada 6 buah menggantung di pohon.. mangga .. depan rumah.
Hebat !! Tak perlu nunggu Ramadhan, .. tak usah impor dari luar kota...
Es barteh yang di foto adalah buah pertama yang di panen. Berat bartehnya 1,7 kg , sangat besar. Tak sengaja dipetik, lha wong cuma dipegang-pegang, eey tangkai buahnya copot sendiri. Keesokan harinya, buah barteh ini ternyata jadi merekah sendiri.. wangi..
Sama-kah barteh dengan timun suri [ cucumis sativus ] ? Anybody knows, exactly..?
Saturday, January 30, 2010
Comro

Comro ini sebenarnya lebih tepat dibilang "pero", sebab yang di-njero bukan oncom..,melainkan tempe. Maklum-lah lidah Jawa, lebih pas menikmati yang asli tempe kedelai dengan jamur Rizopus daripada yang dengan jamur Monilia...
Dimakan anget-anget..., hmm.. sedaaap...
oh ya, bahannya singkong parut dibumbuin, diisi tempe sambel, lalu digoreng...sreng..
Subscribe to:
Posts (Atom)













